Sabtu, 27 Desember 2014

pergilah dengan omong kosong mu



       Tak usah dan tak perlu meminta maaf dengan sejuta kata manis yang ku anggap konyol itu. Waktu memaafkan mu telah habis. Jika kau menganggap kau bisa memutar waktu dengan semau mu, maka ku menganggap aku tak pernah ada dalam bagian waktu mu itu. Ratapan dan tangisan mu tak kan mampu mempengaruhi ku. Kau hanya datang disaat semua telah ku kubur sedalam mungkin. Bukan aku tak memberimu celah, tapi kau sendiri yang telah menutup semua celah.
       Jangan lagi datang, walau sekedar bertanya tentang kabar ku. Kau tak perlu tau lagi karna siapa ku tersenyum dan karna siapa aku menangis. Bukan lagi urusan dan hak mu. Teruslah berjalan dan cari apa yang kau mau, karna itu tak ada di diriku. Pergilah dengan omongan kosong mu itu, aku tak butuh! Merindu mu takkan lagi, menyayangi mu apa lagi, aku berdosa mencintai mu, aku salah memilih mu.
       Pergilah jauh! Kau telah sempat menyia-nyiakan waktu mu. Takkan ada lagi wanita yang menyayangi mu sedalam aku dulu, yah kecuali ibu mu itu. Pergilah ke tempat yang ingin kau tuju, bawa semua kelakuan buruk mu itu, lakukan semua yang kau mau. Tak perlu mencari ku, aku takkan ada lagi, di mata mu, di hati mu, juga di dunia mu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar