Sabtu, 29 Desember 2018

Bersamanya Dalam Iman Dan Takwa

          Dalam hidup ini, Tuhan menciptakan segala sesuatu secara berpasangan. Dia menciptakan bumi dan langit, air dan api, menghadirkan suka setelah duka, membuat tangis dan tawa, berkehendak melapangkan setelah memberi kesempitan, dan…. Menciptakan makhluk yang berpasangan untuk melangsungkan kehidupannya, wanita dan pria.
Begitu pula saya, sebagai makhluk Tuhan yang membutuhkan hidup berpasangan, saya selalu berpikir bahwa saya memiliki masa untuk mencari dan menentukan seseorang yang akan mendampingi saya. Bukan perkara mudah memang, terkadang saya berada dalam beberapa pilihan yang sama sama baik. Tetapi disitulah saya harus dapat bersikap, berpikir secara dewasa, berorientasi pada masa depan dan  menetapkan pilihan berdasarkan prioritas lillahita’ala.
Jodoh memang Tuhan yang menentukan, tetapi jika tak disertai dengan ikhtiar maka Tuhan enggan mempertemukan kita dengan jodoh kita. Tuhan enggan membuka jalan untuk menuju rumah tangga.
Tuhan yang menghadirkan cinta,. Dia menganugerahkan cinta kepada setiap insan yang Ia kehendaki. Dan tentu saja Tuhan menginginkan kita menikmati cinta tersebut dengan jalan syar’i. Jalan yang ditentukan Tuhan sebagai jalan menuju surga, iyah menikah! Tetapi hendaknya kita bisa mengontrol perasaan cinta kepada sesama, karna sebaik-baiknya cinta adalah cinta yang tak melebihi cinta terhadap Nya.
Ardhi Muchzani, ST, sebuah nama yang penuh dengan cinta dan kasih sayang (menurut saya, hehehe). Mungkin salah satu alasan mengapa Tuhan menciptakan nya adalah untuk bertemu dengan saya, mengenal saya, menikahi saya dan menjaga saya, eeeeaaaaa hahaha.
Kasih sayang Tuhan kepada saya sangat nyata. Ia menghadirkan Ardhi dan menganugerahkan cinta diantara kami. Kami yang sebelumnya hanya sebatas tetangga, lalu kemudian menjadi teman seorganisasi, dan berakhir menjadi teman hidup seperti sekarang.
Perjalanan yang singkat, bahkan hampir masih tak bisa dipercaya bahwa saya menikah dengan Ardhi, tetangga yang dari dulu saya kenal sebagai lelaki pendiam dan cuek. Berawal dari guyonan hingga menjadi seserius ini.
Dibeberapa kesempatan saya sempat ragu. Tapi keraguan saya segera menepis ketika saya berpikir bahwa ini adalah syariat agama saya, yang tentu saja akan menjadi ladang pahala bagi saya. Saya berjalan kesana kemari dalam labirin kehidupan, menelusuri jalan-jalan yang tak jelas tujuannya, hingga sampai disini jalan keluar yang ditunjukkan langsung oleh Tuhan, jadi mengapa saya ragu. iya kan? Inilah jawaban dari teka-teki dan pertanyaan yang berkali-kali saya ajukan kepada Tuhan. Siapa jodoh Novel? Siapa jodoh Novel? Siapa jodoh Novel?
29 Juli 2018 saya dikhitbah, setelah hanya sebulan kami pendekatan. Dan itu menjadi bukti pertama bahwa Ardhi tulus mencintai saya. 23 November 2018, akad pernikahan kami. Pernikahan kami diawali dengan niat yang ikhlas, niat ibadah lillah, niat berjanji dihadapan Tuhan. Disinilah kehidupan kami dimulai, kehidupan yang berbeda dari biasanya, kehidupan yang siap bahagia dan siap menanggung beban bersama
Menikah adalah ibadah yang berjalan seumur hidup, banyak hal menyenangkan yang bernilai ibadah, Tuhan menghalalkan beberapa hal yang sebelumnya diharamkan, Namun, ketika Tuhan menganugerahkan kenikmatan Nya, Tuhan juga telah mempersiapkan ujiannya. Banyak medan jalan yang terjal, jurang-jurang yang curam, dan ombak yang menghantam setelah pernikahan. Itulah ujian yang harus dilewati, menguji janji kami untuk selalu bersama, bersama dalam iman dan takwa, serta saling menguatkan satu sama lain.
Suami ku, Ardhi Muchzani, ST. Lelaki sholeh bertanggung jawab. Ia adalah rumah. Ia seperti atap yang melindungi saya dari panas dan hujan. Ia seperti dinding yang membatasi saya dari pandangan dan fitnah. Ia seperti pintu yang mengarahkan saya menuju surga. Ardhi adalah rumah tempat saya pulang, rumah yang didalam nya penuh dengan berkah dan ridlo Allah.
Ardhi, suami ku… bersamanya telah ku ikat segalanya. Kebahagiaan dan kedukaan. Ikatan kokoh dalam janji suci pernikahan. Bersamanya istiqomah sampai akhir.
Ardhi Muchzani, ST. Suamiku, Hidupku, Pahalaku, Surgaku.