Hingga saat ini aku masih kurang mengerti apa mau mu. Kau bilang
kau sedang tak ingin diganggu untuk beberapa waktu. Bagaimana bisa, sedangkan
aku selalu cemas saat satu jam saja tiada kabar dari mu.. Apakah kau sengaja
mengganggu waktu belajar ku dengan memikirkan hal-hal tentang dirimu saja?
Apakah kau sedang menguji kesabaran ku? Atau justru kau sedang melatih ku untuk
melupakan mu? Tolong katakan dan jelaskan yang sejelas-jelas nya hal apa yang
sedang mengganggu pikiran mu sehingga kau memutuskan menjauhi ku.
Sudah beberapa hari ini kau seperti hilang entah dengan alasan
apa. Kau masih meninggalkan janji dan beribu pertanyaan yang belum sempat kau
jawab ketika kau masih disini. Sudah beberapa hari pula kecemasan ini tak
kunjung berhenti. Juga sudah beberapakali aku coba mengorek-ngorek kesalahan
apa yang telah aku perbuat hingga kau sebegini tega dengan ku. meninggalkan,
mengikari janji dan mencabik-cabik perasaan ini.
Kau tau, aku disini masih sangat merasa keberatan dengan
keputusan yang telah kau ambil dengan tidak mempedulikan perasaan orang lain,
yang juga tanpa sadar telah kau hancurkan. Dimana hatimu yang sebelumnya ku
kenal tak pernah mengecewakanku? Dimana perasaan mu yang sebelumnya ku kenal
selalu menyayangiku? Aku bahkan sampai tak ingin percaya dengan sikap mu yang
seperti ini. Sikap mu yang baru kali ini membuatku hancur sehancur-hancur nya.
Kau tau, tak sedikit orang yang bertanya-tanya tentang hubungan
kita. Lalu aku harus jawab seperti apa? Apakah harus selalu mengatakan baik-baik
saja didepan mereka? Inikah akhir hubungan yang selalu aku banggakan didepan
mereka? Aku harus menanggung malu karena mu. Mungkin juga salahku telah mudah
percaya dengan mu. Tetapi, semua itu karna aku terlalu menyayangimu.
Terakhir kau bilang kau akan kembali diwaktu yang tepat. Namun hari
ini aku sudah cukup lelah dengan segala kecemasan ku. Waktu untuk menunggumu
telah habis. Kau telah sia-siakan keberadaan ku yang sepenuhnya menyayangi mu.
Juga telah menyia-nyiakan waktu yang telah disediakan oleh Tuhan untuk
bersamaku. Kelak, kau tak bisa memintaku kembali diwaktu yang kata mu tepat
itu. Aku mohon jangan pernah menyeretku kedalam keadaan ini lagi yang nantinya
akan menjadi kenangan yang harus aku lupakan. Aku mohon jangan biarkan aku
menerima secuil harapan apapun lagi darimu. Apalagi sampai jatuh hati yang
kedua kali nya pada mu.
Tetapi… jujur aku masih sangat rindu. Aku masih sering menteskan
air mataku secara Cuma-Cuma untuk mu. Aku masih sangat sering mengharap
kepulangan mu. Dan aku masih sangat sering mengenang kita. Yah, kita yang
sekarang telah menjadi aku dan kamu. Bukan kita.