Senin, 29 Desember 2014

Pesan Tuhan Melalui Senja



Tafsiran tentang senja dengan sengaja  menampakkan garis busur pusat cahaya disudut mata.
Saat maksud Tuhan terbaca oleh sebagian kalangan penikmat keindahan.
Tergaris batasan antara terang dan gelap dunia melalui keindahan yang disebut senja.
Membawa pecahan kisah yang terlalui pagi, siang, sore hingga senja.
Berakhir dengan rangkaian bentuk tulisan yang tersusun rapi dalam catatan harian.
Dan terlelap dengan khusyuk nya syukur yang  tak terungkap oleh jutaan kata.

Minggu, 28 Desember 2014

Pinta ku, Diri mu...



Aku mencari-cari sosok mu yang telah ku kenali sebelum nya
Sosok yang pernah ku pinta dalam setiap rangkaian doa

Aku wanita biasa…
Yang pernah berharap penyatuan ada diantara kita

Aku wanita biasa…
Yang pernah melihat mu dari bayangan tak wajar yang ku sebut cinta

Aku hanya pengagum yang tak mengerti
Aku hanya perindu yang tak tau diri
                   
Bukan hal besar yang ku pinta
Cukup kau mengerti, itu saja

Bukan ku berkeluh kesah
Semua yang ku rasa dan tak ku buat susah
Antara kau, aku dan kita

Tak apa bila ku harus terima
Untuk kau yang ku cinta

Semua milik ku dan harus ku rasa
Tangis juga harapan yang sirna

Aku hanya ingin kau mengerti
Segala yang terjadi dan tak kan ku ingkari

Tak kan ku salah kan ruang dan waktu
Dimana kita berada dalam satu peristiwa dan bertemu

Ini  hanya goresan panjang sang pengatur peristiwa
Agar kita bertemu dalam keadaan yang tak pernah ku duga

Ku  cukup kan semua pengungkap dengan air mata
Satu pinta ku,  kau mengerti segala nya

Sabtu, 27 Desember 2014

puisi helen simon



Tak apa jika langit ku kelabu sore ini
Jika grimis ku jatuh saat ini
Jika malam ku penuh dengan badai

Aku baik-baik saja
Aku hanya ingin sendiri
Hanya ingin habiskan rasa ini
Hanya ingin lukiskan senyum mu dalam sepi

Tak apa jika ku menangis saat ini
Jika merindukan mu amat dan perih
Jika harapkan mu ada dan nanti

Aku akan baik-baik saja
Aku hanya ingin kau mengerti
Ini yang ku rasa dan tak kan ku ingkari

Aku hanya ingin sendiri
Diam, mengunci bibir ku
Dan sendiri

Ini parade ku, ini lintasan ku
Dan tentang mu tak kan pernah ku mengerti
Ini ruang ku, ini persimpangan ku
Dan semua tetap tentang mu tak henti
Ini hati ku, kepingan ku
Tiada mu, sunyi…

Tak apa jika ku menangis saat ini
Untuk mu yang ku sayangi
Untuk sebuah rotasi
Untuk aku, kau, kita dan kini
Untuk sebuah alasan yang tak pernah ku pahami
Jadi biarkan aku sendiri mala mini

Tak apa jika ku menangis
Karna ku masih punya hati
Tuk merasa, tuk berharap, tuk memberi
Tuk berharp, tuk mencinta dirimu
Itu saja, dan cukup untuk ku..

berakhir di persimpangan



       Kadang aku hampir tak mau dan tak bisa percaya dengan perpisahan. Jika memang perlu ada perpisahan sesakit ini, harusnya tak perlu ada pertemuan semanis itu. Aku tak perlu menggunakan bulir-bulir air mata ku untuk jadi pengungkap. Sedari aku menjalin hubungan dengan mu, hubungan yang bertahan hanya satu tahun, aku telah takut kehilangan semua tentang mu. Namun saat ini aku harus berjuang sekuat hati untuk membuang semua tentang mu.
       Dua bulan yang lalu kita berpisah ditengah perjalanan hubungan yang menurutku semakin manis dengan perubahan-perubahan yang terjadi, tapi kau malah terganggu dengan perubahan-perubahan itu, aku tak pernah kira akan menjadi seperti ini. Kau meninggalkan ku dipersimpangan jalan menuju arah kebahagiaan, kau meninggalkan ku saat aku yakin bahwa pertemuan itu tidak pernah salah.
       Ingatkah kau tentang masa depan yang telah kita rangkai dengan bangga? Masa depan yang telah kita sepakati merupakan kewajiban. Sayangnya, kau tak pernah ingat itu. Kau melupakan semua, kau pergi dengan keegoisan yang tak kunjung berubah. Bahkan sampai saat ini, alasan mu tak pernah bisa ku pahami dan ku cerna. Entah apa yang kau cari selama ini, aku tak mengerti.
       Cukup dari situ, lupakan bahwa kau pernah mengisi sudut hati ku, pernah memengang tangan kecil ku, pernah merangkul masa lalu ku. Anggap bahwa semua itu tak benar-benar ada. Jangan kembali dengan sejuta janji mu lagi, jangan kembali membawa masa lalu yang ku anggap tak pernah ada.

keterlaluan



Kau bahkan menganggap semua adalah sebagian dari guyonan. Kau bilang bahwa aku bersikap sama terhadap pria lain. Sadarkah kau bahwa pernyataan mu itu sangat melukai ku. Tapi rasanya itu takkan jadi alasan ku untuk merubah perasaan ku. Aku kecewa? Yah, tentu saja.. bagaimana tidak, pengorbanan ku yang bisa dibilang ku lakukan sampai jungkir balik ini tak kau lihat apalagi kau rasa sama sekali, tak juga kau hargai.
       Aksara-aksara yang ku rajut dalam kalimat-kalimat manis yang juga ku tempelkan didinding-dinding sosmed ku dan akhir nya terbaca juga oleh mu, tetapi tanggapan dari bibir manis mu itu sama sekali tak pernah ku duga.  Kau bilang aku memperlakukan pria lain seperti apa yang ku lakukan secara special terhadap mu. Perlukah aku harus dulu bersimpuh untuk dapat kau hargai? Untuk dapat kau percaya? Yah aku mengerti, mungkin kau hanya takut kembali di pengalaman asmara mu sebelum nya. Tapi mohon yakinlah aku yang akan menenangkan mu sayang…
       Kadang aku juga sering tak mengerti dan tak percaya dengan perasaan yang selalu menyiksa ini. Degupan keras jantung ini semakin terasa saat bibir ini bercerita panjang lebar tentang mu. Jemari tangan ini selalu bergetar saat menulis indah nama mu. Dua bola mata ini serasa tak mau melewatkan pemandangan indah saat kau berada tepat didepan pandangan ku. Aku anggap semua itu adalah gejala tak wajar yang sedang menyelimuti hati dan pikiran ku. tapi aku pun tak tau apa nama nya.
       Dari semua ulasan kata yang ku jelaskan, jika kau masih tak mengerti dan mencari-cari lagi alasan yang tak bisa lagi ku jelaskan, maka kau sangat keterlaluan! Sangat keterlaluan! L