Kadang aku hampir tak mau dan tak bisa percaya dengan
perpisahan. Jika memang perlu ada perpisahan sesakit ini, harusnya tak perlu
ada pertemuan semanis itu. Aku tak perlu menggunakan bulir-bulir air mata ku
untuk jadi pengungkap. Sedari aku menjalin hubungan dengan mu, hubungan yang
bertahan hanya satu tahun, aku telah takut kehilangan semua tentang mu. Namun
saat ini aku harus berjuang sekuat hati untuk membuang semua tentang mu.
Dua bulan yang lalu kita berpisah ditengah perjalanan hubungan
yang menurutku semakin manis dengan perubahan-perubahan yang terjadi, tapi kau
malah terganggu dengan perubahan-perubahan itu, aku tak pernah kira akan
menjadi seperti ini. Kau meninggalkan ku dipersimpangan jalan menuju arah kebahagiaan,
kau meninggalkan ku saat aku yakin bahwa pertemuan itu tidak pernah salah.
Ingatkah kau tentang masa depan yang telah kita rangkai dengan
bangga? Masa depan yang telah kita sepakati merupakan kewajiban. Sayangnya, kau
tak pernah ingat itu. Kau melupakan semua, kau pergi dengan keegoisan yang tak
kunjung berubah. Bahkan sampai saat ini, alasan mu tak pernah bisa ku pahami
dan ku cerna. Entah apa yang kau cari selama ini, aku tak mengerti.
Cukup dari situ, lupakan bahwa kau pernah mengisi sudut hati
ku, pernah memengang tangan kecil ku, pernah merangkul masa lalu ku. Anggap
bahwa semua itu tak benar-benar ada. Jangan kembali dengan sejuta janji mu
lagi, jangan kembali membawa masa lalu yang ku anggap tak pernah ada.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar