Sabtu, 27 Desember 2014

berakhir di persimpangan



       Kadang aku hampir tak mau dan tak bisa percaya dengan perpisahan. Jika memang perlu ada perpisahan sesakit ini, harusnya tak perlu ada pertemuan semanis itu. Aku tak perlu menggunakan bulir-bulir air mata ku untuk jadi pengungkap. Sedari aku menjalin hubungan dengan mu, hubungan yang bertahan hanya satu tahun, aku telah takut kehilangan semua tentang mu. Namun saat ini aku harus berjuang sekuat hati untuk membuang semua tentang mu.
       Dua bulan yang lalu kita berpisah ditengah perjalanan hubungan yang menurutku semakin manis dengan perubahan-perubahan yang terjadi, tapi kau malah terganggu dengan perubahan-perubahan itu, aku tak pernah kira akan menjadi seperti ini. Kau meninggalkan ku dipersimpangan jalan menuju arah kebahagiaan, kau meninggalkan ku saat aku yakin bahwa pertemuan itu tidak pernah salah.
       Ingatkah kau tentang masa depan yang telah kita rangkai dengan bangga? Masa depan yang telah kita sepakati merupakan kewajiban. Sayangnya, kau tak pernah ingat itu. Kau melupakan semua, kau pergi dengan keegoisan yang tak kunjung berubah. Bahkan sampai saat ini, alasan mu tak pernah bisa ku pahami dan ku cerna. Entah apa yang kau cari selama ini, aku tak mengerti.
       Cukup dari situ, lupakan bahwa kau pernah mengisi sudut hati ku, pernah memengang tangan kecil ku, pernah merangkul masa lalu ku. Anggap bahwa semua itu tak benar-benar ada. Jangan kembali dengan sejuta janji mu lagi, jangan kembali membawa masa lalu yang ku anggap tak pernah ada.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar