Kamis, 05 November 2015

Mas, hari ini tanggal 06 :(

Selamat pagi… Selamat tanggal 06 untuk mas Madura yang kemarin sempat mewarnai hari-hari ku… Selamat ulang tahun untuk mas. .
       Apa kabar mas? Semoga selalu baik-baik saja… Ga nyangka ya beberapa hari yang lalu kita berpisah dengan sebegitu mudah nya. Tanpa pertimbangan apapun dan alasan apapun. Namun begitu aku tak melihat penyesalan dibenak mu sama sekali. Sementara disini, aku masih dibayangin dengan beberapa pertanyaan tentang bagaimana kita bisa pisah kemarin.
       Tapi, dari beberapa pertanyaan itu, aku sendiri yang berusaha menjawab nya dengan jawaban positif tanpa mencurigai mas tentang ini itu.. Mungkin benar kata mas, ini yang terbaik. Sebenarnya sedikit kecewa dengan keputusan kita yang sama-sama mengedepankan ego masing-masing. Bagaimana tidak, perpisahan itu bukan saja menyakiti hati ku, namun ada banyak hal yang akan menjadi tak biasa.
       Mas… hari ini tanggal 06… Mas inget, sebulan yang lalu mas bilang akan datang lagi tanggal o6. Mas sekarang pasti lagi bersiap datang ke Jombang ya? Mas masih di jalan kah? Ah mas pasti ga akan datang, iya kan?
       Mas… hari ini tanggal 06… entah ada apa hingga sampai ibu masak sebegini banyak nya dihari ini.. lalu beliau bertanya “Dia sampai jam berapa?”. Jelas saja pertanyaan itu spontan nylekit rasanya… Sebegitu berharap nya ibu pada mas. Mas juga pasti tau hal itu. Maafkan aku mas, masih belum bisa cerita banyak tentang kita pada ibu, tentang perpisahan kita, tentang pertengkaran kita, dan semua nya. aku sama sekali tak mengerti bagaimana mengawalai obrolan dengan ibu tentang perpisahan kita ini. Ibu pasti akan sangat kecewa jika tau keadaan kita saat ini.
       Aku masih benar-benar ga nyangka mas, pertengkaran malam itu sampai membuat kita seperti ini. Janji-janji lalu, hilang seketika itu. Yang ada hanya keegoisan dan amarah yang tak terkendali. Yah benar, memang salah ku. Tapi mas… aku sendiri sebenarnya bukan bermaksud mengakhiri semuanya. Jelas , aku belum siap apapun  tanpa mas mulai malam itu, bahkan hingga sekarang sama sekali belum siap.
Tapi… Mau diapain lagi.. kisah kemarin sudah sepakat kita akhiri. Jika sekarang aku keberatan, mau protes kepada siapa lagi, mau nuntut kepada siapa lagi, mau marah kepada siapa lagi? Bahkan, sekarang pun kita tak bisa sekedar contact. Mas sengaja hilang seketika malam itu.
Sekarang hari ulang tahun mu, dan aku bingung harus ngucapin lewat mana, sedangkan mas telah sengaja hilang. Apa harus aku ke Madura, atau ke bandara tempat dinas mu?
Maaaf jika sampai saat ini aku masih belum bisa,. Maaf jika sampai saat ini aku masih berharap. Maaf jika saat ini aku masih sangat menyayangi mas. Maaf juga untuk segala kesalahan ku malam itu.
Selamat ulang tahun mas… Semoga Tuhan selalu memberi perlindungan Nya padamu. Tetaplah menjadi yang terbaik. Tetap menjadi penjinak burung besi yang tak kenal dengan kesombongan. Dan… semoga kelak mas mengerti bagaimana caraku untuk selalu mencintai mas disisa waktu setelah perpisahan kita.

Selamat ulang tahun mas Madura…