Selamat pagi… Selamat tanggal 06 untuk mas Madura yang kemarin
sempat mewarnai hari-hari ku… Selamat ulang tahun untuk mas. .
Apa kabar mas?
Semoga selalu baik-baik saja… Ga nyangka ya beberapa hari yang lalu kita
berpisah dengan sebegitu mudah nya. Tanpa pertimbangan apapun dan alasan
apapun. Namun begitu aku tak melihat penyesalan dibenak mu sama sekali. Sementara
disini, aku masih dibayangin dengan beberapa pertanyaan tentang bagaimana kita
bisa pisah kemarin.
Tapi, dari beberapa
pertanyaan itu, aku sendiri yang berusaha menjawab nya dengan jawaban positif
tanpa mencurigai mas tentang ini itu.. Mungkin benar kata mas, ini yang
terbaik. Sebenarnya sedikit kecewa dengan keputusan kita yang sama-sama
mengedepankan ego masing-masing. Bagaimana tidak, perpisahan itu bukan saja
menyakiti hati ku, namun ada banyak hal yang akan menjadi tak biasa.
Mas… hari ini tanggal
06… Mas inget, sebulan yang lalu mas bilang akan datang lagi tanggal o6. Mas
sekarang pasti lagi bersiap datang ke Jombang ya? Mas masih di jalan kah? Ah mas
pasti ga akan datang, iya kan?
Mas… hari ini
tanggal 06… entah ada apa hingga sampai ibu masak sebegini banyak nya dihari
ini.. lalu beliau bertanya “Dia sampai jam berapa?”. Jelas saja pertanyaan itu
spontan nylekit rasanya… Sebegitu berharap nya ibu pada mas. Mas juga pasti tau
hal itu. Maafkan aku mas, masih belum bisa cerita banyak tentang kita pada ibu,
tentang perpisahan kita, tentang pertengkaran kita, dan semua nya. aku sama
sekali tak mengerti bagaimana mengawalai obrolan dengan ibu tentang perpisahan
kita ini. Ibu pasti akan sangat kecewa jika tau keadaan kita saat ini.
Aku masih benar-benar
ga nyangka mas, pertengkaran malam itu sampai membuat kita seperti ini.
Janji-janji lalu, hilang seketika itu. Yang ada hanya keegoisan dan amarah yang
tak terkendali. Yah benar, memang salah ku. Tapi mas… aku sendiri sebenarnya bukan
bermaksud mengakhiri semuanya. Jelas , aku belum siap apapun tanpa mas mulai malam itu, bahkan hingga
sekarang sama sekali belum siap.
Tapi… Mau diapain lagi.. kisah kemarin sudah sepakat kita
akhiri. Jika sekarang aku keberatan, mau protes kepada siapa lagi, mau nuntut
kepada siapa lagi, mau marah kepada siapa lagi? Bahkan, sekarang pun kita tak
bisa sekedar contact. Mas sengaja hilang seketika malam itu.
Sekarang hari ulang tahun mu, dan aku bingung harus ngucapin
lewat mana, sedangkan mas telah sengaja hilang. Apa harus aku ke Madura, atau
ke bandara tempat dinas mu?
Maaaf jika sampai saat ini aku masih belum bisa,. Maaf jika sampai
saat ini aku masih berharap. Maaf jika saat ini aku masih sangat menyayangi
mas. Maaf juga untuk segala kesalahan ku malam itu.
Selamat ulang tahun mas… Semoga Tuhan selalu memberi perlindungan
Nya padamu. Tetaplah menjadi yang terbaik. Tetap menjadi penjinak burung besi
yang tak kenal dengan kesombongan. Dan… semoga kelak mas mengerti bagaimana
caraku untuk selalu mencintai mas disisa waktu setelah perpisahan kita.
Selamat ulang tahun mas Madura…
Tidak ada komentar:
Posting Komentar