Kamis, 06 Oktober 2016

Sekolah Yang Membuat Saya Bahagia



SMKN Gudo Jombang, tempat praktik mengajar saya selama dua setengah bulan. Tempat yang mengenalkan saya dengan teman-teman baru yang asyik, wajah-wajah baru yang sebelumnya tak pernah saya kenal, dan lingkungan baru yang mengajarkan saya tentang banyak hal.
Bertemu dengan teman-teman baru dalam satu kelompok yang kompak. Walau pada awalnya sedikit canggung karena ketua kelompok saya yang juga pernah bertukar kasih dengan saya di masa lalu. Tapi hal itu tak pantas kami jadikan alasan untuk saling berjauhan.
Dua setengah bulan, kami bersama, ditempat yang sama, berbagi suka duka bersama.. Banyak hal yang kita lalui ketika bersama. Kebersamaan yang hangat hingga perselisihan yang sama sekali membuat saya tak nyaman.
Berawal dari kebersamaan yang mengajarkan kami agar saling memeluk satu sama lain. Agar senantiasa melengkapi kekurangan dan rela berkorban satu sama lain. Namun nyatanya, entahlah, mungkin karna kami masih dalam tahap perkenalan, belum memahami sifat dan karakter masing-masing,  sehingga belum pantas disebut sebagai sahabat yang hangat.
Perselisihan demi perselisihan kami alami. Hanya beberapa dari kami yang berselisih dan akhirnya semua ikut terlibat. Tak lain, tak bukan, perselisihan itu hanya karena kesalah pahaman. Sebab yang menurut saya sangat kekanak-kanakan. Sebab yang seharusnya tak menjadikan kami seperti orang asing.
Mungkin inilah yang namanya kelompok. Sangat sulit menyatukan karakter yang berbeda, visi-misi yang berbeda, dan latar belakang yang berbeda. Saya bisa memaklumi. Tetapi yang saya kecewakan adalah ketika ketua kelompok tak bisa menyatukan kami kembali, dia malah memihak salah satu dari kami. Kami seperti membentuk kubu dalam kelompok. Dan inilah yang membuat saya sama sekali tak nyaman.
Hanya dua minggu saja kami berada dalam kesalahpahaman yang membuat kami saling menjauhi. Dan selanjutnya semua berjalan seperti biasa nya. Kebersamaan lagi yang kami bina. Saling mengerti dan memaafkan, itulah kunci yang membuatkan kami berbaikan kembali. Dan saya sangat bangga.
SMKN Gudo Jombang, disana saya mengenal bapak ibu guru yang giat dalam melaksanakan tugas nya. Bapak ibu guru yang sangat ramah dengan kami. Walau memang ada beberapa guru yang seperti nya tak suka dengan kehadiran kami, tapi itu tak membuat kami menyerah. Saya bersyukur, saya dibimbing oleh ibu guru yang sangat baik menurut saya. Ibu guru yang sangat percaya pada saya walau baru saja mengenal saya. Ibu guru yang ramah dan menyenangkan.
Disana pula, saya mengenal anak-anak yang manis walau sedikit bandel, tetapi mereka tetap pada batasan nya. Walau saya hanya ditugaskan untuk mengajar kelas XI, tetapi semua nya terkesan bagi saya.
Kelas X, anak-anak yang baru memulai kedewasaan nya. Sikap dan sifat yang masih teradaptasi dari masa SMP nya. Sedikit tak bisa dinasehati. Dan berlaku semau-mau nya tanpa memperhatikan peraturan sekolah. Sikap yang masih kurang menghormati guru nya. Tetapi saya memaklumi, mungkin mereka hanya butuh waktu untuk dewasa, butuh waktu untuk patut di sebut siswa SMA.
Kelas XI, anak-anak didik saya yang menurut saya satu-satu nya tingkatan yang bisa dipegang, yang bisa dinasehati, dan yang bisa diatur dengan baik. Banyak sekali kesan yang tertinggal dari mereka. XI TKJ 3 yang menurut saya suka mengeluh karena tugas dari saya. XI TKJ 4 yang menurut saya kelas pasar karena suka nawar dan ramai. Dan XI MM yang tetap anteng-anteng saja. Mereka yang tak henti-hentinya menorehkan senyum di wajah  saya. Dari mulai berperilaku konyol yang membuat saya tertawa lepas hingga berperilaku tak pantas yang membuat saya marah. Tetapi saya sangat bangga dengan mereka. Bagaimana pun saya saat dikelas, mereka masih mengetahui batas mereka sebagai siswa saya. Tetap menghormati dan menghargai saya.
Dan kelas XII,  kelas yang dihuni oleh siswa-siswi yang sudah merasa berkuasa. Banyak sekali kesan yang membuat saya jengkel ketika berhadapan dengan mereka. Rasa hormat kepada orang baru seperti kami malah berkurang. Tak ada beda dengan kelas X yang tak bisa di nasehati. Tetapi tetap ada beberapa siswa-siswi dari kelas XII yang tetap menghormati kami, walau kami hanya guru pengganti yang usia nya tak jauh beda dengan mereka. Tetapi seharusnya saya lebih mendekati mereka agar saya tak menilai sebelah mata tentang mereka. Saya yakin, mereka tak seburuk apa yang saya nilai.
Lingkungan baru yang saya tempati itu adalah tempat formal yang memilki peraturan yang harus ditaati. Peraturan yang ditegakkan agar tercipta kedisiplinan. Tetapi ada satu peraturan yang membuat saya tak setuju, yaitu jam istrihat yang kurang tepat. Karena peraturan itu, sehingga membuat saya menjamak shalat dzuhur setiap hari. Saya tau ini tak benar, tetapi inilah yang bisa saya lakukan walau dengan terpaksa. Tetapi diluar konteks itu, secara keseluruhan SMKN Gudo adalah tempat terbaik saya, tempat menyenangkan bagi saya.
Seminggu sudah saya meninggalkan tempat itu. Dan saya masih sering memimpikan anak-anak didik saya ditegah tidur saya. Saya masih sering memikirkan bagaimana caranya agar saya bisa kembali. Kembali bersama teman-teman saya, kembali bersama siswa-siswi saya, kembali di sekolah yang membuat saya bahagia.
Tak hanya siswa-siswi saya yang saya rindukan. Tetapi juga teman-teman saya. Walau kami memang kembali ke kampus kami, tetapi kami berada di gedung yang berbeda, berada di waktu kuliah yang berbeda. Sehingga mungkin kami tetap tak bisa bertemu seintens waktu kami berada di sekolah.
Terimaksih semuanya, terimakasih sudah mau mengenal saya. Menerima segala keterbatasan saya. Semuanya akan terkenang bagi saya. Teman-teman, guru-guru dan siswa-siswi, terimaksih untuk semuanya…

1 komentar: