Bertemu
lagi, tidak sengaja kita bertemu lagi. Kali ini karena tugas yang mengharuskan
kita bertemu. Kita berada diruang yang sama lagi. Tetap dengan mulut yang
sama-sama membungkam, pandangan yang sama-sama tak mau menatap satu sama lain,
dan kaki yang enggan melangkah untuk berdekatan.
Kita
masih saja berusaha terus menghindar. Berusaha mengikari kenyataan bahwa
sebenarnya kita saling kenal. Hanya saja keadaan yang entah keinginan kita
sendiri atau malah mengharuskan kita agar tak saling menyapa dan seolah-olah
tak pernah terjadi sesuatu antara kita.
Sebenarnya
kita sedikit keras kepala dengan keinginan kita yang justru telah menyiksa hati
kita sendiri.. uups, aku rasa bukan kita, tapi aku saja. Aku saja yang merasa
tersiksa dengan keadaan kita saat ini. Aku saja yang merasa ada sesuatu yang
hilang. Aku saja yang merasa tidak nyaman dengan sikap kita. Karena nyatanya
kamu tetap baik-baik saja.
Hari
ini, entah harus senang atau bahkan sebalik nya. Aku bertemu dengan mu untuk
kesekian kali nya, jelas saja aku senang. Aku bertemu dengan mu lalu kau begitu
saja mengabaikan ku, jelas saja membuat ku sedih. Lalu aku harus senang atau
sedih?
Mengapa
kita begitu naif? Bahkan kau terburu-buru meninggalkan ruangan ketika urusan mu
dengan dosen sudah selesai. Kau membenci ku? Tak menyukai ketika bertemu dengan
ku? Mengapa harus sampai menghindar sebegitunya? Aku masih saja tak mengerti.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar