Berita yang aku bahkan tak pernah sangka. Aku mendengar dari
satu teman terpercaya ku, kau menjalin hubungan dengan wanita yang tadi nya
pernah aku duga akan merebut mu. Semua terjawab sudah. Aku hanya bisa
menggelengkan kepala, usap pelipis dan elus dada. Sejuta titik kerinduan yang
sama sekali tak pernah terjamah oleh mu, kini hanya menjadi hal usang yang tak
berharga.
Kemarin, aku melihat mu dengan bola basket di tangan mu, sepatu
sport dan kaos kebanggaan mu. Kau berdiri disudut lapangan yang tak bisa
terhindar dari pandangan ku. Aku terus melihat dan berangan jauh tentang mu.
Pikiran ku hingga membatu dalam sepenggal waktu itu, waktu dimana aku bisa
memandang mu lebih dan lebih lama. Aku bahkan tak sanggup mengukur kebahagiaan
yang berlangsung hanya sebentar itu.
Baru kemarin, dan hari ini segala nya seakan menjadikan ku buta
dan tuli akan kebenaran. Semua begitu sunyi tanpa bunyi dalam ruang kerinduan
yang amat dan perih. Tak lagi ada seberkas cahaya dalam kesempatan yang pernah
aku harapkan. Segala amat memilukan. Aku
pernah mengagumi mu, yang mungkin hingga sekarang.
Entah ini berdosa atau bahkan keharusan, entah ini kesedihan
atau keharuan. Semua begitu samar. Yang terjelas bahwa, aku mengagumi mu hingga
sekarang. Namun, aku masih belum paham bagaimana aku harus bersikap, sementara
kamu telah berjalan jauh didepan ku dengan wanita pilihan mu.
Aku dan kau, bagai kalimat tak berujung, tak bermakna, tak
selaras dengan kebenaran. Semua hanya kebetulan semata. Perasaan ini pun
seperti tak jelas dan tak tau arah. Semoga bahagia tuan, hanya doa yang sanggup
ku rapal untuk mu sekarang.