Ku mohon diam, biarkan aku berpura-pura. Biarkan aku berpura-pura mengatakan cinta kepada orang yang mecintai ku. Biarkan aku berpura-pura bahagia saat bersama nya. Biarkan aku berpura-pura bahwa aku baik-baik saja. Dan biarkan aku berpura-pura bahwa aku milik nya. Biarkan aku menjadi bodoh untuk saat ini atau bahkan selama nya.
Andai kau datang tidak seterlambat ini, mungkin aku tak kan pernah berpura-pura seperti ini. Andai kau ada jauh sebelum dia ada di depan ku, mungkin aku tak kan menjadi bodoh seperti ini.
Apakah hubungan kita yang salah? Apakah perasaan kita yang tak seharusnya ada? Atau pertemuan kita yang tak tepat waktu?
Rasanya aneh. Bahkan aku adalah miliknya saat ini. Tapi perasaan ini mengatakan berbeda. aku hanya tau kamu, hanya memikirkan kamu. Dan sayang nya aku tak bisa mengakhirinya. Aku telah terikat janji. Janji yang saat ini baru aku sadari bahwa aku mengatakan dengan terpaksa.
Kau tentu tau posisi mu saat ini. Bagi mereka, mungkin kau bukan siapa-siapa. Tapi kau berhasil menempati tempat di hati ku. Tempat yang tak banyak orang tau, tempat yang hanya menjadi rahasia ku dengan Tuhan.
Tapi seperti nya kau tak mau tau. Aku tak percaya, orang-orang berkata kau menghindari ku tapi aku tak mau percaya. Bagaimana bisa aku percaya, aku tau tentang mu, aku mengenali mu. Kau bukan orang yang akan melarikan diri karena hal ini. Aku sangat mengenal mu.
Aku sangat mengenal mu, aku tau semua nya. Aku bahkan tau apa yang kau pikirkan sekarang. “Aku merindukan mu, novel”, “aku ingin memeluk mu, novel” kau mengatakan itu sekarang. Dan aku akan selalu berpikir seperti itu untuk memudahkan hati ku, agar tak patah setiap kali memikirkan mu.
Seberapa jauh kau menghindari ku, aku akan mendatangi mu. Besok, lusa dan setiap hari aku yang akan mendatangi mu. Berjalan kearah mu sampai aku kelelahan. Sampai aku lupa dan terbiasa tanpa mu.
Kau pandai dalam hal pergi, atau bahkan nanti kau bisa saja menghilang dari pandangan ku tanpa meninggalkan jejak. Tapi sebelum itu terjadi, aku akan mengunjungi mu, menghubungi mu, menangis, hingga memohon. Karna aku menyukai mu lebih dari nya. Tapi aku tau kau takkan peduli. Bahkan kau bilang, kau tak punya waktu untuk cemburu.
Apa kau tak melihat ku? Sebentar saja apa kau tak melihat ku? Apa kau tak memikirkan apa yang sudah aku lakukan untuk mu? Kau bahkan mengabaikan ku, dan justru aku telah mengabaikan orang lain demi untuk peduli dengan mu.
Aku tau aku salah. Tapi jika nanti aku berkata “aku tak mencintai mu lagi”, aku mohon jangan percaya.
HAN STIKES