Malam ini aku masih belum bisa terlelap dalam tidur
ku. Beberapa menit yang lalu aku sengaja menguntit akun sosmed mu. Tak ku
dapati apapun disitu, yang terpajang hanya foto mu dengan kue ulang tahun mu
beberapa waktu lalu. Aku sempat berharap ada beberapa kode rindu yang sengaja
kau alamatkan kepada ku. Tapi… ya sudahlah aku tetap masih terlihat tolol
dengan keadaan saat ini. Apakah kau selalu ingin melihatku tersiksa dengan
kebodohan yang sering kusebut sebagai kekuatan menunggu mu?
Kabar mu
memang tak lagi ku dapati, itulah mengapa aku ingin selalu memimpikan mu. Namun
malam ini aku masih tetap tak bisa
memejamkan mata ku. Entah apa yang sedang membius pikiran ku. Di hadapan ku
saat ini hanya album kenangan yang sengaja kau berikan saat ulang tahun ku
November lalu, dimana terdapaat gambar ku dan gambar mu berdampingan ditempat
yang sama, dihalaman yang sama. Aku bolik-balik
beberapa kali pun tetap yang ku temui hanya gambar ku dan gambar mu. Dipelukan
ku saat ini ada boneka squarepants, kado saat anniversary pertama hubungan
kita. Boneka yang mulai lusuh karena pelukan ku yang mendekap erat tubuh nya
hingga tak lagi berbentuk kotak. Dan tak lagi kuning karena bulir air mata ku
yang selalu jatuh saat aku memeluk nya.
Mungkin terlalu naïf jika ku bilang aku
baik-baik saja. Saat kau memutuskan untuk mengakhiri semua nya dengan jalan mu
sendiri, aku masih sangat menerima. Karna ku pikir, ini akan menjadi jalan
terbaik untuk kita. Aku tak mungkin berdebat dan menahan mu untuk tetap disini dengan
nada bicara yang memelas. Aku tak ingin terlihat selemah itu. Kau tau,
betapapun aku berusaha membenci mu, melawan perasaan ku sendiri untuk mengubur kenangan
tentang mu, aku tetap tak punya kekuatan besar untuk itu.
Kau sedang apa? Kau pasti sangat
bahagia dengan wanita pilihan mu saat ini. Karna kau tak perlu lagi menyisakan
waktu untuk repot-repoy bertengkar seperti saat kau masih bersama ku. Aku
selalu berharap kau akan selalu baik-baik saja. Jelas saja kau baik-baik saja,
bahkan kau dengan bangga memamerkan beberapa foto mesra mu dengan dia. Itu
sudah cukup membuktikan bahwa kau sedang sangat baik-baik saja dan bahagia.
Apa kau merindukan ku? Hahaha
pertanyaan konyol apa lagi ini. Aku bahkan sampai tak bisa sadar diri.
Bagaimana mungkin kau merindukan wanita yang katamu selalu menyakiti mu ini. Yang
katamu tak lagi bisa jadi seperti yang kau mau. Bukan… aku bukan maksud apapun.
Aku hanya ingin menulis disela malam yang sengaja tak mengijinkan aku tidur
lebih awal. Bukan untuk memohon mu untuk kembali. Aku hanya merindukan mu. itu
saja.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar