Jumat, 20 Februari 2015

Kekonyolan ku



Malam ini aku masih belum bisa terlelap dalam tidur ku. Beberapa menit yang lalu aku sengaja menguntit akun sosmed mu. Tak ku dapati apapun disitu, yang terpajang hanya foto mu dengan kue ulang tahun mu beberapa waktu lalu. Aku sempat berharap ada beberapa kode rindu yang sengaja kau alamatkan kepada ku. Tapi… ya sudahlah aku tetap masih terlihat tolol dengan keadaan saat ini. Apakah kau selalu ingin melihatku tersiksa dengan kebodohan yang sering kusebut sebagai kekuatan menunggu mu?
      Kabar mu memang tak lagi ku dapati, itulah mengapa aku ingin selalu memimpikan mu. Namun malam ini aku masih  tetap tak bisa memejamkan mata ku. Entah apa yang sedang membius pikiran ku. Di hadapan ku saat ini hanya album kenangan yang sengaja kau berikan saat ulang tahun ku November lalu, dimana terdapaat gambar ku dan gambar mu berdampingan ditempat yang sama, dihalaman yang sama. Aku bolik-balik  beberapa kali pun tetap yang ku temui hanya gambar ku dan gambar mu. Dipelukan ku saat ini ada boneka squarepants, kado saat anniversary pertama hubungan kita. Boneka yang mulai lusuh karena pelukan ku yang mendekap erat tubuh nya hingga tak lagi berbentuk kotak. Dan tak lagi kuning karena bulir air mata ku yang selalu jatuh saat aku memeluk nya.
 Mungkin terlalu naïf jika ku bilang aku baik-baik saja. Saat kau memutuskan untuk mengakhiri semua nya dengan jalan mu sendiri, aku masih sangat menerima. Karna ku pikir, ini akan menjadi jalan terbaik untuk kita. Aku tak mungkin berdebat dan menahan mu untuk tetap disini dengan nada bicara yang memelas. Aku tak ingin terlihat selemah itu. Kau tau, betapapun aku berusaha membenci mu, melawan perasaan ku sendiri untuk mengubur kenangan tentang mu, aku tetap tak punya kekuatan besar untuk itu.
Kau sedang apa? Kau pasti sangat bahagia dengan wanita pilihan mu saat ini. Karna kau tak perlu lagi menyisakan waktu untuk repot-repoy bertengkar seperti saat kau masih bersama ku. Aku selalu berharap kau akan selalu baik-baik saja. Jelas saja kau baik-baik saja, bahkan kau dengan bangga memamerkan beberapa foto mesra mu dengan dia. Itu sudah cukup membuktikan bahwa kau sedang sangat baik-baik saja dan bahagia.
Apa kau merindukan ku? Hahaha pertanyaan konyol apa lagi ini. Aku bahkan sampai tak bisa sadar diri. Bagaimana mungkin kau merindukan wanita yang katamu selalu menyakiti mu ini. Yang katamu tak lagi bisa jadi seperti yang kau mau. Bukan… aku bukan maksud apapun. Aku hanya ingin menulis disela malam yang sengaja tak mengijinkan aku tidur lebih awal. Bukan untuk memohon mu untuk kembali. Aku hanya merindukan mu. itu saja.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar