Aku berhenti.
Aku rasa aku akan berhenti sejak kau bercerita dengan bangga tentang masa lalu mu. Kau kira aku ini teman mu? Kau kira aku biasa saja mendengar ini itu tentang masa lalu mu? Bahkan kau tak bisa menjaga perasaan, lantas bagaimana aku harus bertahan?
Aku berhenti.
Entah, rasanya aku bisa menyimpulkan apa yang berusaha ingin kau ceritakan pada ku. Tiba-tiba aku tau maksud mu. Kau bercerita panjang lebar tapi aku hanya diam dan mendengar mu. Kau bercerita ini itu dengan gampangnya seolah-olah aku teman mu.
Aku berhenti.
Aku akan berhenti mengejar mu. Aku rasa aku sudah menemukan alasan kenapa aku harus berhenti mengejar mu. Ya, seperti yang kau ingin kan waktu itu, keinginan mu agar aku tak terlalu mencintai mu.
Aku berhenti.
Silahkan lanjutkan perjalanan mu, dan aku berhenti mengejar mu. Aku sudah kelelahan mengerjar mu yang tak tau diri. Aku kelelahan mengikuti mu. Aku kelelahan mengerti mu.
Karna nyatanya, seberapa jauh perjalanan mu yang aku ikuti, kau tak pernah menoleh kearah ku. Kau asyik sendiri dengan perjalanan mu. Kau cuek dan tak mau peduli. Tapi aku dengan bodoh nya masih saja bertahan dengan sakit hati ku ini. Aku sakit hati, aku sakit hati, AKU BENAR_BENAR SAKIT HATI.
Tapi kali ini aku akan berhenti dan kembali. Aku tak mau berjalan terlalu jauh lagi. Aku akan kembali dan menemui orang yang lebih dulu telah menungguku untuk pulang
Tidak ada komentar:
Posting Komentar