Sudah ku duga akhirnya bakal menjadi seperti ini. Yang berawal manis tak semuanya berakhir dengan manis pula. Apalagi tentang hubungan asmara.
Harusnya aku tak perlu menyapa mu waktu itu, tak perlu juga kita kenalan, sampai bertukar nomor ponsel segala. Hanya karna berada di tempat yang sama, bukan berarti kita harus saling bertatap. Entah lah.. aku tak tau jika akhir nya jadi seperti ini. Sebagai mahasiswa KKN yang sedang mengabdi di daerah ku harus nya kau tak perlu sejauh ini. Tak perlu membuat ku jatuh sedalam ini. Kamu hanya orang asing bagi ku, ga sepatut nya kau datang dan mengambil semua nya.
Semua nya terasa cepat bagi ku. Aku ga ngerti bagaimana dan seperti apa jalan nya. Yang aku tau, aku telah sampai disini, di tempat yang harus nya tak aku datangi. Tempat yang mengharuskan aku bertemu dengan mu. Tempat yang memaksa ku untuk tetap disitu. Dan memaksa ku untuk merasakan perasaan yang harusnya tak perlu aku rasakan.
Maaf.. aku terlalu cepat. Aku ga bisa bilang “aku tak peduli” karna nyatanya tiap hari bahkan tiap saat pun aku selalu mengharap kabar dari mu. Kita berkenalan juga tak lama, beberapa minggu setelah KKN mu dimulai dan akan berakhir seminggu lagi. Aku harap perasaan ini hanya ketertarikan biasa.
Aku kacau hari ini sayang.. kau dengan gampang nya melarang ku untuk mneyayangi mu. Lalu kenapa kau memberi ku harapan beberapa hari yang lalu? Bahkan dihadapan teman-teman mu pun kamu masih berani nya dekati aku.
Kau bilang kau mulai semangat melaksanakan tugas KKN mu semenjak kamu mengenal ku. Kau bilang kau krasan berada disini karna dekat dengan ku. Kau juga selalu senang dengan alasan yang membuat kamu datang ke rumah ku.
Lalu kenapa kau melarang ku untuk jatuh cinta sama kamu? Kamu cukup bilang “terimaksih sudah menyayangi ku, terimakasih sudah perhatian, terimakasih sudah memberi semnagat” itu saja. Tidak perlu kau mengatakan ini itu yang semakin buat aku merasa bersalah telah menyayangi mu.
Harus bagaimana lagi? Aku sampai sejauh ini karna kamu yang menunjukkan jalan. Lalu kamu dengan gampang nya menyuruh ku balik arah. Haruskah aku balik? Dan membuang semua yang telah ku lalui bersama mu?
Tidak kah kau berpikir tentang ku? Tentang bagaimana cara ku menunggu kabar mu di tiap hari nya. Tentang mengapa aku begitu senang ketika kau hanya sekedar lewat di depan rumah ku. Tentang bagaimana cara ku agar aku bisa melihat mu walau dari jauh. Tentang beribu alasan ku untuk memancing mu agar kau juga berkata sayang pada ku. Dan tentang semua yang aku lakukan untuk sekedar ingin kamu tau tentang perasaan ku.
Sampai berakhirnya masa KKN mu, aku harap perasaan ini akan hilang dengan sendirinya. Sampai kita tak berada di lingkungan yang sama lagi. Sampai kita tak saling menyapa lagi. Dan berpura-pura saling tak mengenal lagi. Karna aku tau saat ini aku sedang keterlaluan.
Terimakasih pak perawat yang sudah berhasil membuat ku jatuh cinta. Dan terimkasih atas nasehat-nasehat tentang kesehatan ku selama ini.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar