Tulisan ini saya persembahkan
untuk anak-anak saya kelas XI TKJ 4, atas permintaan M. Ikhsan Taib.
Hanya dengan waktu yang
sebentar menurut saya, kurang lebih hanya dua setengah bulan. Saya berada
disini (SMK N Gudo), berada diantara kalian untuk memenuhi tugas kuliah saya,
real teaching 2016. Saya ditempatkan di sekolah yang menurut saya cukup
menyenangkan. Saya mengajar mata diklat kewirausahaan kelas XI. Dan saya sangat
bersyukur karena guru pamong yang ditugaskan untuk membimbing saya adalah guru tersabar,
cantik dan baik hati, Bu Mimim Widayati, SE.
Saya tak pernah
membayangkan betapa sangat grogi nya saya ketika saya berhadapan langsung dengan
kalian yang sebelum nya tak pernah saya kenal satu persatu. Setiap hari rabu,
kamis dan jumat saya harus berbicara menyampaikan dan menjelaskan materi
didepan kalian layak nya seorang pendidik pada umumnya.
Hari ini tepat hari
terakhir saya berada disini. Terakhir masuk dikelas XI TKJ 4. Kelas yang paling
saya sukai, satu-satu nya kelas yang tak pernah membuat saya marah, kelas yang
menyenangkan dan kelas yang sempat menjadi obat galau saya. 34 siswa/siswi yang
menurut saya sangat asyik.
Hari ini saya kembali
masuk di kelas XI TKJ 4, seperti biasa nya, kelas menjadi tak kondusif karena
usai mata diklat olah raga. Di hadapan meja saya ada ketua kelas kebanggaan
saya, si Tauked Hariyanto yang menurut saya cukup dewasa, bertanggung jawab dan
menyenangkan tentu nya. Saya sempat tersentuh saat dia membela saya ketika saya
diremehkan oleh salah satu rekan saya sendiri. Dengan nada dan tutur bahasa
yang dewasa, dia membela saya di depan teman-teman sekelasnya. Mungkin maksud
nya bukan membela saya tetapi mengkritik sikap rekan saya. Tetapi tetap saya
apresiasi pendapatnya.
Duduk disebelah ketua
kelas, ada ketua osis SMK N Gudo, Sucahyo Ody Pratama. Pendiam, tegas dan tak
jauh beda dengan si ketua kelas yang bertanggung jawab. Kemudian M. Ikhsan Taib
yang duduk tepat dibelakang ketua osis, kebetulan ia juga anggota osis, yang
setiap kali saya masuk kelas selalu meledek saya karena tulisan-tulisan di blog
saya yang bergenre galau. Ikhsan Taib, siswa saya yang terlihat sangat kepo
dengan kehidupan pribadi saya. Tapi saya senang dengan siswa yang satu ini,
dari kesan pertama saat PLS saya melihat bahwa Ikhsan sangat asyik dan bisa
sangat menyenangkan didepan adik-adik kelas nya.
Dwi Prayogo, siswa saya
yang sangat cuek dan terlihat sangat dingin sikap nya. Setiap kali saya
menyampaikan materi ia hanya diam, entah memperhatikan atau tidak, saya tidak
tau. Yang jelas siswa saya yang satu ini sangat jarang tersenyum. Tetapi dia
sopan terhadap saya.
Faris Ihza, terlihat
manja dan selalu mencuri perhatian saya. Selalu mendekati saya untuk bertanya
sesuatu, dari pertanyaan tentang pengalaman yang masih berhubungan dengan materi
hingga pertanyaan tentang hal-hal pribadi saya. Faris Ihza, ramah ketika di
kelas dan cuek ketika di sosial media. Faris Ihza, siswa manis dan menyenangkan
tentunya.
Alfi Syahrin, siswa
menjengkelkan tapi selalu membuat saya tertawa. Mata nya tajam ketika menatap
saya seolah-olah selalu kesal dengan saya. Tapi itulah yang membuat hati saya
geli dan ingin selalu menggoda dia. Sikap nya yang suka ngebantah dan tak
memperhatikan materi yang saya sampaikan, selalu membuat saya gregetan. Alfi
Syahrin yang sempat tak terima karena hanya BKS milik nya yang ada catatan dari
saya agar memperbaiki sikap. Alfi Syahrin yang selalu terburu-buru pulang
sekolah lebih awal. Dan banyak lagi hal tentang Alfi Syahrin yang tak bisa saya
ungkapkan. Yang terjelas bahwa dia adalah salah satu alasan mengapa saya suka
berada di kelas XI TKJ 4.
Choirul Sholeh Al-hamid,
mempunyai wajah yang persis dengan mantan kekasih saya. Entah dari awal
pertemuan, saya merasa tak asing dengan wajah nya. Awalnya, saya menilai
negatif tentang dia karena laporan dari rekan saya. Tetapi setelah mengenal
dia, ternyata tak seburuk apa yang saya kira. Dia tetap seperti seorang remaja
polos pada umum nya.
Samsul Arifin, siswa yang sedikit resek saat chatting dengan saya. Selalu meledek dan satu-satu nya siswa yang panggil saya dengan sebutan "mbak".
Samsul Arifin, siswa yang sedikit resek saat chatting dengan saya. Selalu meledek dan satu-satu nya siswa yang panggil saya dengan sebutan "mbak".
Nova Andarista, siswi
centil yang selalu membuat saya tertawa terbahak-bahak dan menggeleng-nggelengkan
kepala. Nova Andarista, selalu lucu dan ceria. Ayu Wahyuni, Rizky Tri Wahyuni,
Nur Hidyah, Karunia Rohmah, siswi-siswi saya yang selalu mengingatkan saya
ketika saya salah dalam menjawab soal-soal latihan. Ayu Ningsih, si cantik yang
selalu menyapa saya di BBM. Sella Salsabila, sisiwi menggemaskan pencinta k-pop, saranghae Sella, hehe... Okta Vionita, si suara mengglegar, yang selalu
teriak-teriak ketika berbicara, tak ada dia tak rame. Venna Aktavia, yang
terlihat lebih cantik ketika berjilbab. Wulan, yang selalu terlihat kalem.
Tiur, yang pendiam. Wanda, si cantik yang mempunyai wajah yang menyenangkan
menurut saya.
Dan semua siswa-siswi
saya di kelas XI TKJ 4 yang belum sempat saya sebut satu persatu. Kalian luar
biasa bagi saya. Terimakasih dan maaf untuk semua kesalahan saya.
Terimakasih telah
menerima, menghormati dan menghargai saya walau saya hanya guru praktikan
disini. Terimakasih telah mengajarkan saya bagaimana caranya bersikap saat
berhadapan dengan kalian. Terimkasih untuk waktu dua setengah bulan ini.
Terimakasih untuk semuanya anak-anak ku...
Mari kita hapus batasan
kita, bukan lagi guru dengan murid melainkan teman dengan teman.. Guru bukan
lah seseorang yang lebih pintar dari kalian, tetapi guru adalah seseorang yang
lebih dulu mengetahui tetang suatu hal..
Tetap semangat anak-anak
ku.. tetap hormati siapa saja yag telah mengajarkan mu tentang suatu hal..
Jangan meremehkan hal-hal kecil.. Semoga sukses dan selalu berada dalam
lindungan Nya..
Saya akan selalu
merindukan kalian..







Makasih bu novel, karena sudah membuat cerita tentang IX TKJ 4. Saya nggak akan melupakan bu novel . Dan terimah kasih karena sudah mengajar kami dengan ikhlas. 👍
BalasHapusBuuuuuu... nggak kangen XI TKJ4 to bu ??
BalasHapus