Kamis, 29 September 2016

Hanya Dua Setengah Bulan



Tulisan ini saya persembahkan untuk anak-anak saya kelas XI TKJ 4, atas permintaan M. Ikhsan Taib.
Hanya dengan waktu yang sebentar menurut saya, kurang lebih hanya dua setengah bulan. Saya berada disini (SMK N Gudo), berada diantara kalian untuk memenuhi tugas kuliah saya, real teaching 2016. Saya ditempatkan di sekolah yang menurut saya cukup menyenangkan. Saya mengajar mata diklat kewirausahaan kelas XI. Dan saya sangat bersyukur karena guru pamong yang ditugaskan untuk membimbing saya adalah guru tersabar, cantik dan baik hati, Bu Mimim Widayati, SE.
Saya tak pernah membayangkan betapa sangat grogi nya saya ketika saya berhadapan langsung dengan kalian yang sebelum nya tak pernah saya kenal satu persatu. Setiap hari rabu, kamis dan jumat saya harus berbicara menyampaikan dan menjelaskan materi didepan kalian layak nya seorang pendidik pada umumnya.
Hari ini tepat hari terakhir saya berada disini. Terakhir masuk dikelas XI TKJ 4. Kelas yang paling saya sukai, satu-satu nya kelas yang tak pernah membuat saya marah, kelas yang menyenangkan dan kelas yang sempat menjadi obat galau saya. 34 siswa/siswi yang menurut saya sangat asyik.
Hari ini saya kembali masuk di kelas XI TKJ 4, seperti biasa nya, kelas menjadi tak kondusif karena usai mata diklat olah raga. Di hadapan meja saya ada ketua kelas kebanggaan saya, si Tauked Hariyanto yang menurut saya cukup dewasa, bertanggung jawab dan menyenangkan tentu nya. Saya sempat tersentuh saat dia membela saya ketika saya diremehkan oleh salah satu rekan saya sendiri. Dengan nada dan tutur bahasa yang dewasa, dia membela saya di depan teman-teman sekelasnya. Mungkin maksud nya bukan membela saya tetapi mengkritik sikap rekan saya. Tetapi tetap saya apresiasi pendapatnya.
Duduk disebelah ketua kelas, ada ketua osis SMK N Gudo, Sucahyo Ody Pratama. Pendiam, tegas dan tak jauh beda dengan si ketua kelas yang bertanggung jawab. Kemudian M. Ikhsan Taib yang duduk tepat dibelakang ketua osis, kebetulan ia juga anggota osis, yang setiap kali saya masuk kelas selalu meledek saya karena tulisan-tulisan di blog saya yang bergenre galau. Ikhsan Taib, siswa saya yang terlihat sangat kepo dengan kehidupan pribadi saya. Tapi saya senang dengan siswa yang satu ini, dari kesan pertama saat PLS saya melihat bahwa Ikhsan sangat asyik dan bisa sangat menyenangkan didepan adik-adik kelas nya.
Dwi Prayogo, siswa saya yang sangat cuek dan terlihat sangat dingin sikap nya. Setiap kali saya menyampaikan materi ia hanya diam, entah memperhatikan atau tidak, saya tidak tau. Yang jelas siswa saya yang satu ini sangat jarang tersenyum. Tetapi dia sopan terhadap saya.
Faris Ihza, terlihat manja dan selalu mencuri perhatian saya. Selalu mendekati saya untuk bertanya sesuatu, dari pertanyaan tentang pengalaman yang masih berhubungan dengan materi hingga pertanyaan tentang hal-hal pribadi saya. Faris Ihza, ramah ketika di kelas dan cuek ketika di sosial media. Faris Ihza, siswa manis dan menyenangkan tentunya.
Alfi Syahrin, siswa menjengkelkan tapi selalu membuat saya tertawa. Mata nya tajam ketika menatap saya seolah-olah selalu kesal dengan saya. Tapi itulah yang membuat hati saya geli dan ingin selalu menggoda dia. Sikap nya yang suka ngebantah dan tak memperhatikan materi yang saya sampaikan, selalu membuat saya gregetan. Alfi Syahrin yang sempat tak terima karena hanya BKS milik nya yang ada catatan dari saya agar memperbaiki sikap. Alfi Syahrin yang selalu terburu-buru pulang sekolah lebih awal. Dan banyak lagi hal tentang Alfi Syahrin yang tak bisa saya ungkapkan. Yang terjelas bahwa dia adalah salah satu alasan mengapa saya suka berada di kelas XI TKJ 4.
Choirul Sholeh Al-hamid, mempunyai wajah yang persis dengan mantan kekasih saya. Entah dari awal pertemuan, saya merasa tak asing dengan wajah nya. Awalnya, saya menilai negatif tentang dia karena laporan dari rekan saya. Tetapi setelah mengenal dia, ternyata tak seburuk apa yang saya kira. Dia tetap seperti seorang remaja polos pada umum nya.
Samsul Arifin, siswa yang sedikit resek saat chatting dengan saya. Selalu meledek dan satu-satu nya siswa yang panggil saya dengan sebutan "mbak". 
Nova Andarista, siswi centil yang selalu membuat saya tertawa terbahak-bahak dan menggeleng-nggelengkan kepala. Nova Andarista, selalu lucu dan ceria. Ayu Wahyuni, Rizky Tri Wahyuni, Nur Hidyah, Karunia Rohmah, siswi-siswi saya yang selalu mengingatkan saya ketika saya salah dalam menjawab soal-soal latihan. Ayu Ningsih, si cantik yang selalu menyapa saya di BBM. Sella Salsabila, sisiwi menggemaskan pencinta k-pop, saranghae Sella, hehe... Okta Vionita, si suara mengglegar, yang selalu teriak-teriak ketika berbicara, tak ada dia tak rame. Venna Aktavia, yang terlihat lebih cantik ketika berjilbab. Wulan, yang selalu terlihat kalem. Tiur, yang pendiam. Wanda, si cantik yang mempunyai wajah yang menyenangkan menurut saya.
Dan semua siswa-siswi saya di kelas XI TKJ 4 yang belum sempat saya sebut satu persatu. Kalian luar biasa bagi saya. Terimakasih dan maaf untuk semua kesalahan saya.
Terimakasih telah menerima, menghormati dan menghargai saya walau saya hanya guru praktikan disini. Terimakasih telah mengajarkan saya bagaimana caranya bersikap saat berhadapan dengan kalian. Terimkasih untuk waktu dua setengah bulan ini. Terimakasih untuk semuanya anak-anak ku...
Mari kita hapus batasan kita, bukan lagi guru dengan murid melainkan teman dengan teman.. Guru bukan lah seseorang yang lebih pintar dari kalian, tetapi guru adalah seseorang yang lebih dulu mengetahui tetang suatu hal..
Tetap semangat anak-anak ku.. tetap hormati siapa saja yag telah mengajarkan mu tentang suatu hal.. Jangan meremehkan hal-hal kecil.. Semoga sukses dan selalu berada dalam lindungan Nya..
Saya akan selalu merindukan kalian..






2 komentar:

  1. Makasih bu novel, karena sudah membuat cerita tentang IX TKJ 4. Saya nggak akan melupakan bu novel . Dan terimah kasih karena sudah mengajar kami dengan ikhlas. 👍

    BalasHapus
  2. Buuuuuu... nggak kangen XI TKJ4 to bu ??

    BalasHapus