Sekitar setahun yang lalu, aku pernah merasakan gelisah dan
resah yang tak habis dalam beberapa bulan. Aku merasa sangat sulit. Orang-orang
disekelilingku tiba-tiba memberi perhatian yang tak biasa seakan-akan akan
terjadi sesuatu pada diriku. Aku bertanya-tanya “mengapa?” pada semua orang,
namun yang ku temui hanya ucapan “sabar dan berdoa lah” hanya itu. Aku semakin
bingung dan hampir putus asa.
Tiga bulan lamanya aku harus mengkonsumsi obat yang diresepkan
oleh dokter ku. Aku tak boleh makan ini, tak boleh makan itu. Aku masih saja
tak paham dengan apa yang terjadi, hingga ku turuti semua perkataan mereka.
Orang tua ku harus berjuang untuk pengobatan yang tak sebentar itu.
Disamping aku bertanya-tanya mengapa, kadang keinginan untuk
menyerah itu datang. Namun nyatanya keinginan itu kalah dengan keinginan ku
untuk tetap bersama mereka. Aku berhak bersama dan bahagia dengan mereka.
Alasan mengapa aku tak pernah menyerah adalah karena mereka, orang tua ku.
Walau banyak sekali pikiran negatif yang telah dipengaruhi
orang-orang luar yang sok tau tentang diriku, walau banyak sekali asumsi
tentang apa yang telah terjadi pada dririku, walau banyak sekali orang-orang
yang secara tak langsung telah melumpuhkan semangat ku, tapi aku yakin dan
berhasil melawan semua itu. Karena apa? Semua karena mereka, orang tua ku.
Tak ada penyakit yang tak bisa disembuhkan. Aku ingat tentang
perkataan dosen ku bahwa penyakit berasal dari pikiran kita sendiri. Aku hanya
perlu tenang, bahagia, dan positif maka penyakit itu dengan sendiri nya akan
mati bersama-sama dengan kesedihan. Dan nyatanya, aku masih baik-baik saja
hingga sekarang.
Aku percaya dan yakin bahwa Allah telah menyediakan berjuta-juta
cara untuk menghilangkan berbagai penyakit yang bahkan dokter pun tak bisa menemukan
nya. Ada berbagai program dalam tubuh kita yang dijalankan langsung oleh Allah
tanpa kita menyadari nya. Maka dari itu, patutlah kita berkhusnudzon pada apa
yang telah terjadi pada diri kita sendiri, walaupun itu sakit, berat dan
melelahkan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar