Kamis, 04 Februari 2016

Teman Biasa

Berawal dari sekedar teman biasa. Sampai saat kita bertukar nomor dan pin. Aku masih berharap kita hanya akan tetap menjadi teman biasa. Teman yang hanya sekedar menyapa ketika bertemu. Teman yang saling tak mau tau urusan satu sama lain. Yah, hanya teman biasa. Hanya TEMAN BIASA.
          Sehari, dua hari, tiga hari,… dan hari-hari berlalu seperti biasanya. Kita masih saja berteman biasa. Dan aku tak keberatan sedikitpun, karena memang kau hanya sekedar teman biasa. Sampai waktu yang tidak ditentukan, kau akan tetap menjadi teman biasa.
          Namun… Entah karena waktu atau keadaan, atau memang kesengajaan mu, semua menjadi  berubah dan agak sedikit canggung. Pertemuan demi pertemuan, obrolan demi obrolan, hingga perasaan menjadi semakin tak biasa. Aku sendiri tak tau kapan tepatnya, namun semua begitu jelas bahwa kita bukan lagi teman biasa. Entah persepsi ku ini benar, atau hanya perasaan ku yang terlalu peka dan berlebihan.
          Setelahnya, aku mulai menganggap bahwa kita mulai saling suka. Walau sebenarnya aku sendiri ingin sekali menghindari perasaan itu. Namun, apa lagi yang harus aku lakukan untuk menghindarinya, sedangkan hati ku sendiri menginginkan sesuatu yang tak hanya biasa dari mu. Perasaan yang sama, misalnya.
          Awalnya, aku sangat begitu yakin bahwa kau merasakan hal yang sama. Terbukti, saat kau memberi ku perhatian disetiap menit nya, kau menyimpan foto ku, dan sering nya kau mengajak ku bertemu. Bahkan, sesekali kau bilang ingin memiliki ku seutuhnya, walaupun perkataan itu selalu dibungkus dengan candaan.
          Namun, nyatanya, perasaan itu hanya milik ku, bukan milik mu. lagi-lagi kau hanya menganggap ku sekedar teman biasa, tidak yang lain, apalagi lebih dari teman biasa. Kecewa? Ya, tentu sangat kecewa.. Mungkin memang salah ku, terlalu cepat mengambil persepsi bahwa kau menyimpan perasaan yang sama seperti ku.
          Tenang saja, aku tak memaksa apapun untuk perasaan ini. Jika kau mau, aku pun bisa memainkan hati ku sendiri agar kau selalu nyaman saat bersama ku. Agar tak ada lagi canggung ketika bercanda.

          Tenang saja, saat ini aku masih sedang berusaha, dan terus berusaha agar aku pandai berpura-pura . Berpura-pura bahwa tak terjadi apapun pada hati ku ini. Berpura-pura bahwa aku tak menginginkan apapun dari mu. Berpura-pura bahwa aku tak menyimpan perasaan apapun terhadap mu. Dan berpura-pura bahagia ketika kita hanya sekedar teman biasa. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar