Berawal dari sekedar teman biasa. Sampai saat kita bertukar
nomor dan pin. Aku masih berharap kita hanya akan tetap menjadi teman biasa.
Teman yang hanya sekedar menyapa ketika bertemu. Teman yang saling tak mau tau
urusan satu sama lain. Yah, hanya teman biasa. Hanya TEMAN BIASA.
Sehari, dua hari,
tiga hari,… dan hari-hari berlalu seperti biasanya. Kita masih saja berteman
biasa. Dan aku tak keberatan sedikitpun, karena memang kau hanya sekedar teman
biasa. Sampai waktu yang tidak ditentukan, kau akan tetap menjadi teman biasa.
Namun… Entah
karena waktu atau keadaan, atau memang kesengajaan mu, semua menjadi berubah dan agak sedikit canggung. Pertemuan
demi pertemuan, obrolan demi obrolan, hingga perasaan menjadi semakin tak
biasa. Aku sendiri tak tau kapan tepatnya, namun semua begitu jelas bahwa kita
bukan lagi teman biasa. Entah persepsi ku ini benar, atau hanya perasaan ku
yang terlalu peka dan berlebihan.
Setelahnya, aku
mulai menganggap bahwa kita mulai saling suka. Walau sebenarnya aku sendiri
ingin sekali menghindari perasaan itu. Namun, apa lagi yang harus aku lakukan
untuk menghindarinya, sedangkan hati ku sendiri menginginkan sesuatu yang tak
hanya biasa dari mu. Perasaan yang sama, misalnya.
Awalnya, aku
sangat begitu yakin bahwa kau merasakan hal yang sama. Terbukti, saat kau
memberi ku perhatian disetiap menit nya, kau menyimpan foto ku, dan sering nya
kau mengajak ku bertemu. Bahkan, sesekali kau bilang ingin memiliki ku
seutuhnya, walaupun perkataan itu selalu dibungkus dengan candaan.
Namun, nyatanya,
perasaan itu hanya milik ku, bukan milik mu. lagi-lagi kau hanya menganggap ku
sekedar teman biasa, tidak yang lain, apalagi lebih dari teman biasa. Kecewa?
Ya, tentu sangat kecewa.. Mungkin memang salah ku, terlalu cepat mengambil
persepsi bahwa kau menyimpan perasaan yang sama seperti ku.
Tenang saja, aku
tak memaksa apapun untuk perasaan ini. Jika kau mau, aku pun bisa memainkan
hati ku sendiri agar kau selalu nyaman saat bersama ku. Agar tak ada lagi
canggung ketika bercanda.
Tenang saja, saat
ini aku masih sedang berusaha, dan terus berusaha agar aku pandai berpura-pura
. Berpura-pura bahwa tak terjadi apapun pada hati ku ini. Berpura-pura bahwa
aku tak menginginkan apapun dari mu. Berpura-pura bahwa aku tak menyimpan perasaan
apapun terhadap mu. Dan berpura-pura bahagia ketika kita hanya sekedar teman
biasa.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar