Pagi ini tepat aku merasakan kembali kejadian di bulan Mei tahun
lalu.. keadaan dimana aku telah kehilangan pengharapan besar ku, harapan masa
depan yang menjadi keinginan ku. Keadaan yang menjadikan ku pemurung dan hanya
berdiam diri dirumah, manangis di kamar, dan bicara seperlunya. Aku masih ingat
jelas bagaimana sedihnya ibu ku melihat anaknya seperti itu. Bagaimana ibu ku
ikut menangis dalam kesedihan ku. Hampir sebulan lamanya keseharian ku hanya
seperti itu, emosi ku semakin tak terkontrol. Berbagai cara ibu ku berusaha
menenangkan ku. Bahkan untuk tidur pun aku harus meminum air tawar yang entah
ada kandungan apa sehingga aku akhirnya dapat tertidur.
Sejak saat itu, sebenarnya aku takut memulai lagi, adaptasi
lagi. Aku takut merasakan nya kembali. Perasaan yang mulai saat itu aku jauhi
mati-matian, aku hindari sekuat yang aku bisa. Yang tiap hari aku cegah dengan
kalimat istighfar. Bahwa aku masih takut berharap besar pada makhluk Nya.
Namun, entah sejak kapan perasaan itu kembali. Aku mulai
berharap lagi, bahkan pegharapan itu lebih besar. Memang tak seharusnya, namun
apalah aku yang hanya manusia biasa. Sekuat aku menahan nya tetap saja aku tak
kuasa. Rasa takut kehilangan mulai aku rasakan, entah sejak kapan.
Pagi ini, hilang sudah semua, dan kembali ke bulan Mei tahun
lalu. Hilang semua pengharapan, mimpi, angan-angan yang mulai tumbuh beberapa
hari yang lalu. Kedua kalinya aku merasakan hal itu. Terimaksih Tuhan, Kau
masih bersama ku dalam keadaan yang sama pula. InsyaAllah, aku takkan menjadi
konyol seperti tahun lalu, walau benar hati ini selalu tersakiti lagi, lagi dan
lagi. InsyaAllah kuat bersama Mu, Ya Rabb.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar