Rabu, 09 September 2015

Kembali Sakit

Pagi ini tepat aku merasakan kembali kejadian di bulan Mei tahun lalu.. keadaan dimana aku telah kehilangan pengharapan besar ku, harapan masa depan yang menjadi keinginan ku. Keadaan yang menjadikan ku pemurung dan hanya berdiam diri dirumah, manangis di kamar, dan bicara seperlunya. Aku masih ingat jelas bagaimana sedihnya ibu ku melihat anaknya seperti itu. Bagaimana ibu ku ikut menangis dalam kesedihan ku. Hampir sebulan lamanya keseharian ku hanya seperti itu, emosi ku semakin tak terkontrol. Berbagai cara ibu ku berusaha menenangkan ku. Bahkan untuk tidur pun aku harus meminum air tawar yang entah ada kandungan apa sehingga aku akhirnya dapat tertidur.
Sejak saat itu, sebenarnya aku takut memulai lagi, adaptasi lagi. Aku takut merasakan nya kembali. Perasaan yang mulai saat itu aku jauhi mati-matian, aku hindari sekuat yang aku bisa. Yang tiap hari aku cegah dengan kalimat istighfar. Bahwa aku masih takut berharap besar pada makhluk Nya.
Namun, entah sejak kapan perasaan itu kembali. Aku mulai berharap lagi, bahkan pegharapan itu lebih besar. Memang tak seharusnya, namun apalah aku yang hanya manusia biasa. Sekuat aku menahan nya tetap saja aku tak kuasa. Rasa takut kehilangan mulai aku rasakan, entah sejak kapan.

Pagi ini, hilang sudah semua, dan kembali ke bulan Mei tahun lalu. Hilang semua pengharapan, mimpi, angan-angan yang mulai tumbuh beberapa hari yang lalu. Kedua kalinya aku merasakan hal itu. Terimaksih Tuhan, Kau masih bersama ku dalam keadaan yang sama pula. InsyaAllah, aku takkan menjadi konyol seperti tahun lalu, walau benar hati ini selalu tersakiti lagi, lagi dan lagi. InsyaAllah kuat bersama Mu, Ya Rabb.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar